Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Biografi [LENGKAP] Louis Bralle Dan Sejarah Penemuan Huruf Braille

Louis Braille (lahir di Coupvray, 4 Januari 1809 � meninggal 6 Januari 1852 pada umur 43 tahun) adalah pencipta sistem tulisan Braille yang digunakan oleh orang-orang buta.

Biodata Louis Braille
Nama Lengkap : Louis Braille
Tanggal Lahir : 4 Januari 1809
Tempat Lahir : Coupvray, Perancis
Meninggal : 6 Januari 1852 (umur 43 Tahun)
                            Paris, Perancis

Tempat peristirahatan Panth�on, Paris
 48�50'46?LU2�20'45?BT

Orang tua :
Nama Ayah : Simon-Ren� Braille
Nama Ibu : Monique Braille

Tanda tangan



BIOGRAFI LOUIS BRAILLE
Pada umur 4 tahun, matanya tertusuk jarum, Braille pun mengalami kebutaan. Pada tahun 1821, saat bersekolah khusus untuk penderita tuna netra, seorang prajurit bernama Charles Barbier mengunjungi sekolah tersebut dan menunjukkan suatu kode yang telah ditemukannya. Sistem tersebut dikatakan sebagai "tulisan malam" (night writing).

Ini dirancang khusus untuk tentara perang yang menggunakan kombinasi duabelas titik. Braille muda menyadari manfaat sistem ini. Ia pun mengembangkan sistem yang lebih sederhana dengan menggunakan enam titik. Dan tahun 1827, buku yang menggunakan enam titik tersebut, yang kemudian disebut Braille, telah diterbitkan. Sekarang, para penderita buta menggunakan metode tersebut. Pada 6 Januari tahun 1852, Braille meninggal dunia. Sebuah monumen besar dibangun untuknya pada tahun 1867 untuk menghormati dia

Ide mengenai huruf braille ini berawal dari seorang perwira, Kapten Charles Barbier yang memperkenalkan bahasa sandi yang digunakan oleh pasukannya untuk menyampaikan pesan rahasia yang disebut night writing.
Bahasa sandi ini menggunakan titik-titik dan garis timbul yang dibuat dengan alat semacam paku bernama stylus. Bahasa ini juga bisa digunakan oleh orang buta karena dapat diraba dengan ujung jari. Namun, ternyata masih ada kekurangan metode bahasa ini untuk tunanetra.

Bahasa sandi ini hanya mewakili bunyi-bunyian pada suatu kata sehingga dibutuhkan ratusan sandi untuk 
menulis sebuah buku. Maka, Louis mengembangkan huruf braille yang mewakili huruf dan tanda baca yang dibutuhkan untuk menulis buku.

Selain itu, seorang tunanetra lebih peka terhadap titik daripada garis, sehingga untuk memudahkan penggunanya, Louis menciptakan huruf braille dengan 6 titik domino tanpa garis yang divariasi menjadi 63 jenis huruf, angka, tanda baca, dan simbol yang diperlukan dalam tulisan.

Perjuangan belum berakhir karena huruf braille ini sempat dilarang di Prancis. Pada tahun 1834, selesailah huruf braille ciptaan Louis Braille.

Louis yang saat itu telah diangkat menjadi guru di L�Institution Nationale des Jeunes Aveugles, sebuah lembaga untuk anak-anak tunanetra, mulai memperkenalkan huruf braille kepada murid-muridnya. Mereka menyambutnya dengan gembira.

Dr. Pignier, sang kepala sekolah juga mendukungnya, namun orang-orang di luar lembaga tak ada yang menyetujui huruf ini. Mereka yang belum pernah melihat betapa bergunanya huruf braille bagi siswa tunanetra beranggapan bahwa mengajarkan tulisan yang berbeda dari tulisan umum itu tidak masuk akal.

Louis Braille tetap tak menyerah, dia bahkan menerjemahkan buku-buku pelajaran di perpustakaan ke dalam huruf braille. Kemudian pada tahun 1841, sekolah diambil alih oleh Dr. Dufau yang menentang dengan tegas huruf braille.

Louis Braille pun terpaksa mengajar murid-muridnya secara diam-diam karena larangan ini. Hingga pada suatu ketika seorang guru lain yang bersimpati pada mereka yaitu Dr. Gaudet, berhasil membujuk Dr. Dufau untuk mengizinkan penggunaan huruf braille di sekolah. Pada tahun 1847, Louis kembali menggunakan huruf ciptaannya dengan leluasa di sekolah.

Pada tahun 1851, Dr. Dufau mengajukan kepada pemerintah agar mengakui penemuan Louis Braille dan supaya ia mendapat tanda jasa.

Namun, hingga Louis Braille meninggal, ia belum sempat mendapatkan tanda jasa. Baru beberapa bulan setelah kematiannya, huruf braille ini baru diakui pemerintah dan mulai digunakan di beberapa sekolah. Pada akhir abad 19, huruf braille diterima secara universal.

Untuk mengenang jasanya yang tak terhingga itu, pada tahun 1956 The World Council for the Welfare of the Blind (Dewan Dunia untuk Kesejahteraan Tunanetra) menjadikan bekas rumah kediaman Louis Braille yang terletak di Coupvray, 40 km sebelah timur Paris, sebagai museum Louis Braille. Karena pada tahun 1984 WCWB melebur diri dengan International Federation of the Blind (Federasi Tunanetra Internasional) menjadi World Blind Union (Perhimpunan Tunanetra Dunia), maka sejak tahun itu pemeliharaan dan penngembangan museum ini menjadi tanggung jawab WBU

Abjad Braille
Braille terdiri dari sel yang mempunyai 6 titik timbul yang dinomorkan seperti berikut:


Perlu kita ketahui Huruf Braille adalah sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh orang buta. Sistem ini diciptakan oleh seorang Perancis yang bernama Louis Braille yang buta disebabkan kebutaan waktu kecil. Ketika berusia 15 tahun, Braille membuat suatu tulisan tentara untuk memudahkan tentara untuk membaca ketika gelap. Tulisan ini dinamakan huruf Braille. Namun ketika itu Braille tidak mempunyai huruf W.

Sistem Huruf Braille
Sistem tulisan Braille mencapai taraf kesempurnaan pada tahun 1834. Huruf-huruf Braille menggunakan kerangka penulisan seperti kartu domino. Satuan dasar dari sistem tulisan ini disebut sel Braille, di mana tiap sel terdiri dari enam titik timbul; tiga baris dengan dua titik. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi. Huruf Braille dibaca dari kiri ke kanan dan dapat melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lainnya. Ukuran huruf Braille yang umum digunakan adalah dengan tinggi sepanjang 0.5 mm, serta spasi horizontal dan vertikal antar titik dalam sel sebesar 2.5 mm.

dan kehadiran atau ketiadaan titik itu akan memberi kode untuk simbol tersebut. Huruf Braille Bahasa Melayu adalah hampir sama dengan kode huruf Braille Inggeris. Perkataan, simbol (seperti tanda seru dan tanda soal), beberapa perkataan dan suku kata bisa didapat secara terus. Contohnya perkataan orang disingkat menjadi org. Ini membolehkan buku Braille yang lebih tipis dicetak.

Huruf Braille juga telah diperkaya sehingga dapat digunakan untuk membaca nota musik dan matematik. Kini Braille telah diubahsuai dengan menambah dua lagi titik menjadikan Braille menjadi kode 8 titik. Ini memudahkan pembaca Braille mengetahui huruf tersebut adalah huruf besar atau kecil. Selain itu, penukaran ini membolehkan huruf huruf ASCII dipertunjukkan dan kombinasi 8 titik ini diekodkan dalam standard Unicode.

Braille boleh dihasilkan menggunakan batuan loh ( slate) dan stilus ( stylus ) di mana titik dihasilkan daripada belakang muka kertas, menulis dengan gambar cermin, menggunakan tangan, atau menggunakan mesin taip Braille yang dikenali sebagai Perkins Brailler. Braille juga dapat dihasilkan menggunakan mesin cetak Braille yang disambung kepada komputer.

Huruf dan nomor


Sejarah Tulisan Braille
TANGGAL 4 Januari 1809, hari kelahiran Louis Braille, diperingati oleh dunia internasional sebagai "Hari Braille". Betapa tidak, berkat kelahiran anak tunanetra asal Perancis inilah maka lebih dari 40 juta orang tunanetra di seluruh dunia dapat belajar membaca dan menulis, dan oleh karehanya dapat mengenyam pendidikan sebagaimana rekan-rekannya yang awas.

Usaha untuk menciptakan tulisan bagi orang tunanetra telah dimulai sekurang-kurangnya 16 abad yang lalu, ketika seorang cendekiawan tunanetra Jepang pada abad ke-4 mengukir huruf-huruf pada kayu dan mendirikan sebuah perpustakaan yang cukup besar untuk menghimpun karya-karyanya itu.

Hingga awal abad ke-19, orang-orang di Eropa masih memusatkan usaha membantu tunanetra belajar membaca dan menulis itu dengan memperbesar huruf Latin atau Romawi dengan menggunakan tali-temali, potongan-potongan logam, kulit atau kertas, tetapi hasilnya masih jauh dari memuaskan. Puncak keberhasilan usaha-usaha ini dicapai oleh Louis Braille, seorang anak tukang sepatu yang menjadi buta akibat tergores matanya oleh pisau pemotong kulit milik ayahnya.

Louis Braille mendapatkan inspirasi bagi ciptaannya itu dari Kapten Charles Barbier, seorang bekas perwira artileri Napoleon. Dalam peperangan Napoleon, Barbier menciptakan tulisan sandi yang terdiri dari titik-titik dan garis-garis timbul yang dinamakannya "tulisan malam". Dia menggunakan tulisan ini untuk memungkinkan pasukannya membaca perintah-perintah militer dalam kegelapan malam dengan merabanya melalui ujung-ujung jari.

Meskipun ciptaan Barbier ini telah terbukti berhasil untuk keperluan militer, tetapi tidak cocok untuk keperluan membaca dan menulis biasa. Akan tetapi, ini memberi petunjuk yang sangat berharga bagi Louis Braille ke arah apa yang sedang dicari-carinya.

Setelah pertemuannya dengan Charles Barbier, Louis Braille selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk membuat titik-titik dan garis-garis pada kartu-kartu untuk berusaha menciptakan tulisan yang cocok bagi tunanetra. Dia selalu mencobakan setiap perkembangan tulisannya itu kepada kawan-kawannya yang tunanetra. Menyadari bahwa jari jari kawan-kawannya lebih peka terhadap titik daripada terhadap garis, maka dia memutuskan untuk hanya menggunakan titik-titik saja dan mengesampingkan garis-garis bagi tulisannya itu.

Akhirnya, pada tahun 1834, ketika Louis Braille berusia awal 20-an, sempurnalah sistem tulisan yang terdiri dari titik-titik timbul itu. Louis Braille hanya menggunakan enam titik domino sebagai kerangka sistem tulisannya itu. Satu atau beberapa dari enam titik itu divariasikan letaknya sehingga dapat membentuk sebanyak 63 macam kombinasi yang cukup untuk menggambarkan abjad, angka, tanda-tanda baca, matematika, musik, dan sebagainya.

Ketika Louis Braille masih sedang menyederhanakan sistem tulisannya itu, dia diangkat sebagai guru di L'Institution Nationale des Jeunes Aveugles (Lembaga Nasional untuk Anak-anak Tunanetra) di Paris yang didirikan oleh Monsieur Valentin Hauy pada tahun 1783. Dia segera menjadi guru yang sangat disukai. Dia dipercaya untuk mengajar sejarah, geografi, matematika, tata bahasa Perancis, dan musik.

KETIKA sistem tulisannya sudah cukup sempurna, dia mulai mencobakannya kepada murid-muridnya. Mereka menyambutnya dengan gembira dan sangat merasakan manfaatnya. Meskipun Dr. Pignier, kepala lembaga itu, mengizinkan sistem tulisan itu dipergunakan dalam pengajaran di sekolah itu, namun tak seorang pun di luar lembaga itu mau menerima keberadaannya.

Karena mereka belum pernah melihat betapa baiknya sistem tulisan ini, mengajarkan tulisan yang berbeda dari tulisan umum dianggapnya sebagai sesuatu yang amat ganjil dan tidak masuk akal. Karena badan pembina lembaga itu pun tidak menyukai sistem tulisan ini, maka mereka memecat Dr. Pignier ketika ia merencanakan menyalin buku sejarah ke dalam braille.

Kepala yang baru, Dr. Dufau tidak menyetujui sistem Braile itu dan melarang keras penggunaannya.

Karena murid-muridnya telah mengetahui kebaikan tulisan Braille itu, mereka tidak kurang kecewanya daripada Braille sendiri. Maka mereka meminta Braille mengajarnya secara diam-diam. Demi murid-muridnya itu, dia setuju mengajar mereka di luar jam sekolah. 

Karena guru dan semua murid di dalam kelas itu tunanetra, maka tidaklah mustahil bagi guru guru lain untuk mengintip kelas rahasia itu dan memperhatikannya tanpa mereka ketahui. Kepala staf pengajar, Dr. Guadet, sering mengamati pelajaran rahasia ini dengan penuh minat dan simpati.

Setelah melihat betapa cepatnya murid-murid itu memahami pengajaran yang disampaikan oleh Braille itu, maka Dr. Guadet mengimbau kepada Dr. Dufau agar mengubah pendiriannya dan mengizinkan penggunaan sistem tulisan itu. Akhirnya Dr. Dufau sejuju, dan menjelang tahun 1847 Louis Braille kembali dapat mengajarkan ciptaannya itu secara leluasa.

Pada tahun 1851 Dr. Dufau mengajukan ciptaan Braille itu kepada Pemerintah Perancis dengan permohonan agar ciptaan tersebut mendapat pengakuan pemerintah, dan agar Louis Braille diberi tanda jasa. Tetapi, hingga dia meninggal pada tanggal 6 Januari 1852, tanda jasa ataupun pengakuan resmi terhadap ciptaannya itu tidak pernah diterimanya.

Baru beberapa bulan setelah wafatnya, ciptaan Louis Braille itu diakui secara resmi di L'institution Nationale des Jeunes Aveugles, dan beberapa,tahun kemudian dipergunakan di beberapa. sekolah tunanetra di negara-negara lain. Baru menjelang akhir abad ke-19 sistem tulisan ini diterima secara universal dengan nama tulisan "Braille".

KINI, sudah lebih dari satu setengah abad sejak tulisan braille itu tercipta dengan sempurna, namun kemajuan teknologi masih belum dapat menyaingi kehebatannya. Bahkan akhir-akhir ini tulisan braille sekali lagi telah membuktikan kesempurnaannya karena dengan mudah dapat diadaptasikan untuk keperluan transmisi informasi dari alat-alat pengolah data seperti komputer.


Jenis � jenis Huruf Braille
Huruf Braille diciptakan dalam kultur budaya barat, terutama Perancis sehingga dalam penggunaannya merepresentasikan alphabet latin. Maka dalam perkembangan selanjutnya, huruf braille mengalami berbagai modifikasi dalam penerapannya kedalam berbagai bahasa, terutama bahasa-bahasa yang mempunyai aksara-aksara tertentu. Saat ini tidak heran jika terdapat berbagai versi huruf Braille, di antaranya :

Braille Jepang
Braille Jepang adalah kode Braille untuk menulis dalam bahasa Jepang dan tetap berdasarkan sistem Braille yang asli. Sistem ini disebut tenji yang secara bahasa berarti dotkarakter. Braille jepang adalah vokal yang berbasis abiguda. Vokal ditulis disudut kiri atas (poin 1,2,4) dan bisa digunakan sendiri. Sedangkan konsonan ditulis dipojok kanan bawah (poin 3,5,6) dan tidak dapat berdiri sendiri. Huruf semivokal ditandai dengan 4 titik, yaitu titik vokal dan simbol vokal yang terdapat di bawah blok.

Pada huruf kana, penulisannya dengan menambahkan diakritik yang disebut dakuten seperti dalam gi ?. Demikian pula dengan p yang berasal dari huruf h yang ditambahi lingkaran kecil, handakuten. Dua kana bergabung menjadi satu suku kata tunggal dengan tulisan kedua yang lebih kecil seperti dalam ??kya, ini disebut Yoon. Untuk tanda baca sama dengan sistem Braille yang asli meskipun terdapat beberapa tambahan dalam penerapannya di dalam bahasa Jepang. 

Braille Korea
Sistem ini dikembangkan oleh Dr. Rosetta Sherwood Hall tahun 1894 menggunakan 4 titik. Namun karena tidak mudah digunakan maka dibuatlah sistem dengan 6 titik oleh Park Du-Seong tahun 1926, sedangkan bentuk yang berlaku di Korea saat ini adalah hasil revisi tahun1994. Braille Korea tidak berhubungan dengan sistem grafis lainnya di dunia karena khusus mencerminkan pola huruf Hanggul.

Sistem ini merupakan kombinasi dari konnsonan awal, vokal, dan konsonan akhir. Konsonan memiliki varian yang berbeda baik di awal maupun di akhir suku kata dan tidak menempati lebih dari dua baris. Jika diawal konsonan menempati ruang disebelah kanan maka untuk konsonan terakhir menempati ruang dikiri. Sedangkan untuk huruf vokal semuanya memiliki rentang yang lebar sel-nya tinggi. Untuk karakter angka da tanda baca sama denga sistem Braille yang asli.

Braille ASCII
Braille ASCII menggunakan 64 karakter ASCII untuk mewakili semua kemungkinan kombinasi titik dari enam dot-Braille. Penggunaan sistem ini meskipun dulunya dipakai di Amerika Utara sekarang sudah digunakan secara internasional. Semua huruf dalam ASCII sesuai dengan Braille Inggris. Namun, hanya ada satu Braille simbol untuk setiap huruf abjad. Simbol lainnya berbeda dalam sistem Braille yang asli, misalnya titik ? 3-4 merupakan / (garis miring) di Braille ASCII dan ini sama dengan garis miring Braille, tetapi untuk titik ? titik 1-2-3-4-5-6 mewakili = dalam Braille ASCII dan ini tidak sama dalam sistem Braille.

Pada dasarnya, sistem Braille ASCII lebih dekat dengan Nemeth Braille yaitu kode matematik karena jika dilihat lebih jauh akan terlihat seperti campuran dari huruf, angka dan tanda baca. Braille ASCII dirancang untuk menjadi sarana penyimpanan dan pengiriman data dalam format digital karena menggunakan karakter standar maka dapat dengan mudah diolah dengan pengolah kata standar. Dan hampir semua perangkat lunak terjemahan Braille dapat mengimpor dan mengekspor format ini.

Sumber : Wikipedia dan beberapa situs terpercaya yang saya rangkum menjadi 1.

Mungkin Cukup gitu dulu ya gan Arikel Gua Tentang �Biografi Lengkap Louis Bralle Dan Sejarah Huruf Braille� Semoga Membantu dan Bermanfaat buat kita semua.

O iya kalo ada yang mau nambahin silahkan komen di bawah ya gan... Masukan agan itu pasti sangat ngebantu :V

Salam Admin Pramuka Solid,
Budi Santoso

Kurang dan Lebihnya mohon dimaafkan
Sekian dan Terima Kasih
Wassalam! ( ^o^) /

Biografi [LENGKAP] Helen Keller Pencipta Bahasa Isyarat Tangan

Biografi Helen Keller Penemu Isyarat Tangan

Biodata Helen Keller
Nama Lengkap  : Helen Adams Keller
Tempat Lahir     : Tuscumbia, Alabama
Tanggal Lahir : 27 Juni 1880
Meninggal : 1 Juni 1968 (pada umur 87 tahun) Easton, Connecticut
Pekerjaan : Penulis, Aktivis dan Dosen
Nama Ayah : Arthur H.Keller
Nama Ibu : Kate Adams Keller

Biografi Helen Keller
Helen Keller lahir di Tuscumbia, Alabama, 27 Juni 1880. Adalah anak perempuan dari pasangan Kapten Arthur Henley Keller dan Kate Adam Keller. Sewaktu dilahirkan Helen memiliki penglihatan dan pendengaran yang normal.

Namun pada Februari 1882 ketika ia menginjak usia 19 bulan, ia diserang penyakit yang menyebabkannya menjadi buta dan tuli. Ia menjadi frustasi karena kesulitan berkomunikasi, sering marah, dan sulit diajar.  Ia terus berusaha untuk berbicara, namun tak seorang pun dapat memahaminya termasuk orang tuanya sendiri. Hal ini membuat nya sering mengamuk dengan membuang semua benda-benda yang ada di sekitarnya.

Pada 3 Maret 1987 saat usianya menginjak 7 tahun orang tuanya mempercayai Anne Sullivan menjadi guru pribadi dan pembimbing Hellen agar menjadi lebih baik. Anne Sullivan (pembimbingnya) juga pernah mengalami hal yang serupa dengan Helen Keller saat ia berusia 14 tahun. Lalu Anne bersekolah di sekolah khusus orang cacat. Anne yang awalnya buta mendapatkan penglihatannya kembali setelah menjalani operasi. Pengalaman itu memicunya untuk giat belajar dan menjadi guru yang sangat baik. Ia bisa memahami penderitaan yang dialami oleh Helen. Salut...

Saat mengajar Helen, Anne mulai mengoreksi kebiasaan buruk yang dilakukan oleh Helen. Setiap kali Helen mengamuk, Anne mendiamkannya saja sampai Helen tenang. Awal proses belajar Helen saat Anne memberikan sebuah boneka kepada Helen dan mengejakan kata B-O-N-E-K-A ditangannya. Helen terpesona dan diganti dengan mengejanya di telapak tangan Anne. Helen Keller sangat senang sekali. Ia cepat sekali menangkap apa yang diajarkan Anne padanya. Ia tidak dapat sepenuhnya memahami apa artinya. Dan ketika Anne berjuang untuk mencoba membantunya untuk memahami, ia juga mencoba berjuang mengontrol kelakuan buruk Helen yang terus berlanjut. Mulai saat itu Anne selalu mengejakan nama-nama benda di telapak tangan Helen.

Sampai saat itu Helen belum juga memahami sepenuhnya arti kata-kata yang diajarkan oleh Anne. Pada suatu ketika Anne menuntunnya ke pompa air pada 5 April 1887, semua itu berubah. Annie memegang tangan Helen di bawah air dan dengan bahasa isyarat, ia mengucapkan "A-I-R" pada tangan yang lain. Saat Helen memegang tanah, Annie mengucapkan "T-A-N-A-H". Sesuatu tentang hal ini menjelaskan arti kata-kata itu ke benak Helen, dan Anne segera melihat di wajahnya bahwa Helen akhirnya mengerti.

Kemajuan Helen sejak saat itu mencengangkan. Kemampuannya untuk belajar berkembang pesat melampaui dari apa yang pernah dipikirkan oleh orang lain sebelumnya dalam diri seseorang yang tanpa penglihatan atau pendengaran.

Helen diajar membaca lewat huruf Braille (huruf timbul untuk orang tuna netra) sampai mengerti apa maksudnya. Helen  menulis, "Saya ingat hari yang terpenting di dalam seluruh hidup saya adalah saat guru saya, Anne Mansfield Sullivan, datang pada saya." Dengan tekun, Annie mengajar Helen untuk berbicara lewat gerakan mulut, sehingga Helen berkata, "Hal terbaik dan terindah yang tidak dilihat atau disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan di dalam hati."

Helen pun juga bercerita :
�Kami berjalan menuruni jalanan ke rumah, ditarik oleh aroma sarang lebah yang tertutup. Seseorang menggambar air dan guruku menempatkannya di bawah tanganku sesuatu yang memancar. Sewaktu arus dingin yang memancar, di atas sebelah tanganku yang lain guruku mengeja kata air, awalnya lambat, lalu diulangi lagi. Aku masih berdiri, seluruh perhatianku terpusat pada gerakan-gerakan tangannya. Tiba-tiba aku merasa kesadaranku yang berkabut akan sesuatu yang telah terlupakan, suatu ingatan yang mendebarkan kembali, dan bagaimana misteri dari bahasa terungkap olehku.�

Lewat Braille ia belajar bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin yang semakin menambah wawasannya tidak hanya itu dengan Braille Helen mulai membaca buku seperti Snow White and the seven Dwarf dan Little Ugly Duckling. Secara bertahap Hellen mulai mengenal dunia luar.

Michael Anagnos mempromosikan Helen, satu dari banyak artikel yang ia tulis menyatakan bahwa �ia adalah sebuah fenomena.� Pada 4 November 1891, Helen mengirimi Michael Anagnos sebuah hadiah ulang tahun berupa cerita pendek yang ia tulis berjudul �The Frost King� (Raja Embun Beku). Anagnos sangat senang dengan ceritanya hingga ia segera mempublikasikannya dalam sebuah majalah yang disambut sebagai karya yang cukup penting dalam sejarah sastra.

Helen Keller kemudian bersekolah di sekolah luar biasa. Disana ia belajar menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Helen memiliki keinginan yang belum terwujud yaitu ia ingin bisa bicara. Helen tidak bisu hanya saja karena sejak kecil ia sudah tak bisa mendengar dan melihat maka ia juga tak bisa menirukan suara orang. Helen kemudian menyampaikan keinginannya tersebut pada Anne.

Annie kemudian membawa Helen menjumpai Mary Swift Lamson ia adalah seorang wanita yang ahli melatih siswa bisu tuli untuk bicara. Wanita itu kemudian memegang tangan Helen dan meletakkannya pada rahang dan tenggorokannya dan mulai mengeluarkan suara.

Proses belajarnya sangat lamban dan sulit. Ia ingin Helen menirunya dengan menggunakan tangannya untuk menyesuaikan gigi serta lidahnya secara benar agar dapat menghasilkan suara yang tepat.

Dirumah, Helen meminta Anne untuk mengajarinya dalam berbicara. Usahanya untuk dapat berbicara terbukti di tahap ini tidak berhasil. Hal ini lalu bertalian dengan fakta bahwa pita suara Helen sebelumnya tidak dilatih dengan semestinya untuk diajari berbicara.

Pada tahun 1894 Helen dan Anne bertemu dengan John D. Wright dan Dr. Thomas Humason yang berencana untuk mendirikan sebuah sekolah untuk mengajar berbicara orang-orang yang tuli di New York.

Helen dan Anne sangat bersemangat atas rencana ini dan kepastian dari dua pria itu bahwa kemampuan Helen berbicara dapat diperbaiki sehingga membuat mereka lebih bersemangat. Dengan begitu Helen setuju untuk menghadiri sekolah Wright Humason bagi tuna rungu.

Sayangnya kemampuan berbicara Helen tidak pernah benar-benar diperbaiki, hanya berupa suara-suara yang hanya Anne dan lainnya yang sangat dekat dengannya yang dapat mengerti.
Ia juga merupakan salah satu tokoh kemanusiaan terbesar di abad ke-20.

Dengan Kecerdasannya tersebut Helen mampu untuk membuat Isyarat Tangan, Isyarat yang berkembang saat ini mengacu pada ASL (American Sign Language).

Isyarat tangan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang mempunyai cacat pendengaran dengan mengandalkan penglihatan. Biasanya isyarat tangan tersebut digabungkan dengan gerakan mulut sehingga dapat memperjelas maksud penutur.

Isyarat tangan digunakan untuk mewakili huruf-huruf dalam alfabet dan angka. Untuk menggunakan isyarat ini baik penutur maupun penerima isyarat harus menghafalkan isyarat tangan untuk setiap huruf dan angka.

Perlu berlatih berkali-kali agar isyarat yang diberikan benar-benar dimengerti. Isyarat tangan untuk asing-masing huruf adalah seperti gambar di bawah ini.


Karya Tulisan Buku Helen Keller:
Walaupun Helen Keller memiliki keterbatasan fisik, namun dia berhasil menjadi seorang penulis hebat. Helen menulis total 12 buku yang diterbitkan dan beberapa artikel.
Beberapa buku Helen Keller yang terkenal diantaranya sebagai berikut:
1. The Frost King (1891), Adalah buku pertamanya Pada usia 11 tahun. Ada tuduhan bahwa cerita ini di jiplak dari The Frost Fairies karya Margaret Canby.
2. The Story of My Life (1903), Keller menerbitkan autobiografinya Pada usia 22. dengan bantuan dari John Macy dan istrinya Anne Sullivan. Ini termasuk kata-kata yang Keller tulis dan kisah hidupnya hingga usia 21, yang ditulis selama waktu kuliahnya. Yang sudah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.
3. The World I Live In (1908),Keller menulis Buku tersebut yang memberikan pembaca wawasan bagaimana perasaannya tentang dunia.
4. Out of the Dark (1913), serangkaian esai tentang sosialisme, dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.
5. My Religion (1927), adalah buku tentang Autobiografi spiritualnya, dan diterbitkan kembali sebagai Light in my Darkness (Cahaya dalam Kegelapan saya).

Pesan Moral atau Kata Bijak dari Helen Keller:

�Hadapilah masalah hidup dirimu dan akuilah keberadaannya, tetapi jangan biarkan dirimu di kuasainya. Biarkanlah dirimu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna.�

Pesan Tersebut Sangat memotivasi bukan! Pesannya agar kita tidak mudah untuk menyerah dalam menjalani segala kesulitan yang ada dalam Hidup ini.

Hingga akhirnya Hellen Keller meninggal pada tanggal 1 Juni 1968 dalam usia 87 tahun ketika sedang tidur di dalam rumahnya. Dia merupakan salah satu tokoh kemanusiaan terbesar pada abad ke-20. Jenazahnya dimakamkan di National Cathedral, Washington DC, bersebelahan dengan Anne Sullivan dan Polly Thomson.

Helen Keller tidak pernah menyerah akan keadaan walaupun dia memiliki keterbatasan fisik, namun ia membuktikan bahwa dia harus melawan tidak hanya menerima begitu saja.

Sangat menarik bukan Biografi seorang Helen Keller, saya rasa cukup untuk kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua.
Salam Admin Pramuka Solid,
Budi Santoso

Kurang dan Lebihnya mohon dimaafkan
Sekian dan Terimakasih.
Salam Pramuka!
Wassalam! ( ^o^)7

Biografi [LENGKAP] Baden Powell (Bapak Pandu Sedunia)

Berbicara mengenai Gerakan Pramuka, maka tidak boleh tidak kita harus mengenal pendiri gerakan kepanduan, yaitu Lord Baden Powell Of Gilwell. Sir Robert Baden Powell telah membuat suatu loncatan dalam sejarah yang mengejutkan dunia.


Beliaulah yang telah mendirikan Gerakan Kepanduan Dunia pertama kali. Pramuka yang kita kenal di Indonesia ini adalah inspirasi dari kepanduan yang didirikan oleh Baden-Powell.

BIODATA BADEN POWELL
Nama Lengkap : Robert Stephenson Smyth Baden Powell
Nama panggilan : Baden Powell atau dipanggil �BP�(baca:bipi), nama �BP� akrab dipanggil oleh para pandu
Nama Kecil : Stephenson
TTL : Kota London, Inggris, 22 Februari 1857
Wafat : Nyeri, Kenya, 8 Januari 1941
Nama Ayah : Prof. Domine Baden-Powell
Nama Ibu   : Miss Henrietta Grace Smyth


Siapakah Robert Stephenson Smyth Baden Powell? Berikut riwayat hidupnya.

� Robert Stephenson Smyth Baden Powell adalah seorang tentara Inggris dan pendiri the Boy Scouts.
� Robert Stephenson Smyth Baden Powell lahir di London, Inggris pada tanggal 22 Februari 1857.
� Ayahnya adalah seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris, yaitu Prof. Domine Baden Powell. Sedangkan ibunya adalah Miss Henrietta Grace Smyth, seorang putri dari admiral Kerajaan Britania Raya yang terkenal yaitu William T. Smyth.

SEMBILAN SAUDARA BADEN POWELL
1. WARRINGTON
2. GEORGE
3. AUGUSTUS
4. FRANK
5. PENROSE
6. AGNES
7. HENRIETTA
8. JESSIE
9. BADEN FLETCHER

JULUKAN BADEN POWELL

� Para pandu biasa memanggilnya BP (bee-pee/bipi) 

� Nama kecil dari Sir Robert Baden Powell adalah Ste, Stephe, Steevie atau Stephenson Di Chaterhouse School Baden Powell dijuluki sebagai �Bathing-Towel�

� Di Afrika Selatan Baden Powell mendapat julukan �Impeesa� yang artinya �Serigala yang tidak pernah tidur�

� Baden Powell diangkat sebagai The Chief Scout of The World atau Bapak Pandu Sedunia.

� Baden Powell dianugerahi gelar Lord Baden Powell of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V.

BUKU-BUKU BADEN POWELL 
� on vedette (1883)
� Cavalry Instruction (1885)
� Reconnaissance and Scouting (1885)
� Pigsticking Organization Hoghunting (1889)
� The Downfall of Prempeh (1896)
� The Metabele Campaign (1897)
� Sports in War (1900)
� Sketches in Mafeking and East Africa (1907)
    Dan masih banyak lagi, Satu Buku yang terkenal yaitu SCOUTING FOR BOYS (1908)

Penghargaan Yang Diterima Baden Powell
� Ashanti Star (1895)
� Metabele Campaign (1897)
� South African War Queen�s (1899)
� South African War King�s (1901)
� Companion Order of the Bath (1900)
� Knight Commander of the Order of the Bath (1909)
� Knight Commander of the Victorian Order (1909)
� Chilean Order of Merit (Chili, 1910)
� Coronation dari Raja George V (1911)
� Knight of Grace of St John of Jerusalem (1912)
� Knight Grand Cross of Alfonso XII (Spanyol, 1919)
� Grand Commander of the Order of Christ (Portugal,1920)
� Grand Commander of the Order of the Redeemeer (Yunani, 1920)
� Storkos of the Order of Dannebrog (Denmark, 1921)
� Order of the Commander of the Crown (Belgia, 1921)
� Baronecty (1922)
� Commander of the Legion of Honour (Perancis, 1922)
� Grand Cross of the Victorian Order (1923)
� Order of Polonia Restituta (Polandia, 1927)
� Order of Amanullah (Afganistan, 1928)
� Order of Merit classs I (Hongaria, 1929)
� Order of the White Lion (Chekoslowakia, 1929)
� Order of the Phoenix (Yunani, 1929)
� Grand Cross of the Order of Merit (Austria, 1931)
� Grand Cross of Gediminus (Lithuania, 1932)
� Grand Cross of Orange of Nassau (Belanda, 1932)
� Commander of the Order of the Oak of Luxemburg (Luxemburg,1932)
� Red Cross of Estonia (Estonia, 1933)
� Grand Cross of the Order of the Sword (Swedia, 1933)
� Grand Cross of the Order of the Three Stars (Latvia, 1933)
� Jubilee (dari Raja George V, 1935)
� Grand Cordon of Legion of Honour (Perancis, 1936)
� Order of Merit (1937)
� Coronation (dari Raja George VI, 1936)
� Awarded Wateler Peace Prize (1937)

Gelar Kehormatan
� Doktor Kehormatan di bidang hukum dari Universitas Edinburg (1910)
� Doktor Kehormatan dari Universitas Toronto, Canada (1923)
� Gelar Doktor dari Universitas McGill di Montreal, Canada
� Gelar kehormatan doktor Ilmu-ilmu sosial dari Universitas Oxford (1923)
� Gelar kehormatan dari Universitas Liverpool (1929)
� Gelar kehormatan dari Universitas Cambridge (1931)

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron I Baden-Powell Gilwell, adalah seorang tentara Inggris dan penemu the Boy Scouts, lahir di London, dan merupakan lulusan Charterhouse School. Bergabung dengan Pasukan Hussars Ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 sampai 1895, BP sukses bertugas, di India, Afghanistan, Zulu, dan Ashanti. .Sebelum dan semasa Perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari Pasukan Kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari Pasukan Berkuda, Afrika Selatan, dan letnan kolonel dari Pengawal Naga ke-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899).

Karena keberanian dan pengabdiannya selama mempertahankan Kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepungan musuh, dipromosikan menjadi mayor jendral. Baden-Powell kemudian kembali ke Inggris, pada tahun 1908 BP menjadi letnan jendral. Dianugerahi gelar kesatria tahun 1909, kemudian pensiun dari dinas militer pada tahun berikutnya. BP membentuk the Boys Scouts di tahun 1908, dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan the Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak-anak dan remaja putri. Selama Perang Dunia I.

� BP bersama saudara-saudaranya bertambah akrab sepeninggal ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun Baden-Powell telah jadi seorang anak yatim. Sehingga dari sejak usia masih sangat muda, Baden-Powell dituntut untuk dapat hidup mandiri.

� Baden-Powell telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya didukung oleh kekerasan hati serta keteguhan ibundanya yang tercinta Ny. Henrietta Grace

� Baden-Powell sejak kecil sudah banyak mengagumi karya-karya ilmuwan terkenal pada zamannya, seperti Charles Darwin, Babbage, George Elliot, G.H. Lewes, dan James Martineau' . Baden-Powell adalah seorang yang bertipe pekerja keras, beliau tidak mudah putus asa dan penolong. Hal tersebut dapat terlihat pada sebuah tulisan Baden-Powell, dalam sebuah suratnya kepada ibundanya.

� Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat untuk Baden-Powell seperti Rugby atau Eton, akhirya Ny. Henrietta Grace memasukkan Baden-Powell  ke harterhouse School di tahun 1870.

� Di Charterhouse, Bad -Powell sangat populer, selain pandai dalam belajar hingga Baden-Powell meraih beasiswa, Baden-Powell Juga mengikuti banyak kegiatan ekstra seperti : 
1) Marching Band,
2) Klub menembak (Rifle Corps)
3) Teater, kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Kenneth Mc Laren
4) Melukis dan menggambar, gambar/illustrasi selalu mengisi berbagai karya tulisnya. 
5) Kiper kesebelasan Charterhouse.

� Di Charterhouse School inilah Baden-Powell mendapat julukan lainya, yaitu 'Bathing-Tows!'.

� Di usia 19 tahun, Baden-Powell menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian Baden-Powell memutuskan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya Kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut Baden-Powell ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu lestnan.

� Pengalaman Baden-Powell di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

� Selain itu Baden-Powell juga terkenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya. Salah seorang sahabatnya yang terdekat adalah Kenneth Mc Laren. Kebersamaan mereka telah menghasilkan banyak pengalaman baik dalam kedinasan, pementasan drama. maupun perburuan hewan liar (babi hutan).

� Setelah sempat berpindah-pindah. dari satu kota ke kota lain. dari satu daerah ke daerah lain. bahkan dari satu negara ke negara yang lain. Baden-Powell akhirnya bertugas di Mafeking. sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat nama BP menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya. karena jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan Kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer

� selama kurang lebih 217 hari (dari tanggal 13 Oktober 1899 sampai tanggal 18 Mei 1900). Karena jasa-jasanya ter sebut , pangkat Baden-Powell dinaikkan menjadi Mayor Jendral. Berita tersebut kemudian sampai juga ke Inggris. membuat seluruh keluarga Baden-Powell bangga.

� Selama bertugas di Afrika. Baden-Powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. Karena keberaniannya. Baden-Powell mendapat julukan IMPEESA dari suku-suku setempat seperti Zulu, Ashanti. dan Metabele. Impeesa mempunyai arti "Srigala yang tidak pernah tidur", Hal ini disebabkan karena sifat waspada, cekatan, dan keberanian Baden-Powell (termasuk tindakan mengambil kalung manik-manik milik Raja Dinuzulu).


� Raja Dinuzulu. adalah raja Zulu dari 1884 -1889. raja yang merupakan putra Raja Zulu Cetshwayo. beraliansi dengan para Afrikaners (orang kulit putih keturunan Belanda) dan bersengketa dengan sepu punya, Zibhebhu yang didukung Inggris. Dinuzulu lalu dituduh bersalah melakukan pengkhianatan sehingga diasingkan selama 10 tahun. Dibebaskan tahun 1910. Karena dianggap tidak bersalah. Dinuzulu akhirnya meninggal tahun 1913.

� Pada tahun 1901. Baden-Powell kembali ke tanah airnya, Inggris dengan disambut besar-besaran sebagai salah satu pahlawan bangsanya. Kemudian BP sempat pula menulis pengalaman-pengalamannya dalam buku Aids To Scouting".

� Kemudian Pada tahun 1907 Baden-Powell mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika khususnya dan selama di dinas ketentaraan pada umumnya. dalam sebuah perkemahan yang diikuti 20 orang anggotanya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan di Pulau Brownsea (Brownsea Island).

� Baden-Powell pada tahun 1908 menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya" yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar di seluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.

� Pada tahun 1910, Baden-Powell meletakkan jabatannya di dinas ketentaraan dengan pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Mulailah Baden-Powell berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan ke seluruh dunia.

� Pada tahun 1912, Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu di berbagai negara. Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden-Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.

� Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga dianugerahi gelar Lord Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raia George V.

� Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia", BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya tinggal di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika.

� Dan BP menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya, wafat pada tanggal 8 Januari 1941 dan dengan diantar di atas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir.


Mungkin Cukup Sekian Biografi dan Sejarah Lengkap dari Bapak Pandu Sedunia "Baden Powell", Semoga Bermanfaat ya Kak! :'D


Kurang dan Lebihnya mohon dimaafkan :')
Sekian dan Terima Kasih!

Salam Pramuka! ( ^o^)7

Wassalam...

Biografi [LENGKAP] Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Bapak Pramuka Indonesia)

Siapakah Bapak Pramuka Indonesia?


Yup! Dia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dengan Jasa Beliaulah Pramuka di Indonesia dapat Berkembang Pesat dan Menjadi Ekskul Wajib di Sekolah-sekolah sekarang ini.

Penasaran dengan Bapak Pramuka Indonesia...?
Berikut Biografinya

Nama Lengkap : Gusti Raden Mas Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubuwana IX
Lahir                   : Ngayogyakarta Hadiningrat, 12 April 1912
Meninggal         : 2 Oktober 1988, Universitas George Washington,
                             Washington, D.C., Amerika Serikat pada umur 76 tahun.
Jabatan yang pernah dipegang:   Deputi Menteri Kepariwisataan.
Kementerian yang pernah dikelola:   Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Menjabat dalam Kabinet: Kabinet Hatta I, Kabinet Natsir.
Era kabinet:   Revolusi Nasional Indonesia, Republik Indonesia Serikat, Orde Baru, Demokrasi liberal, Demokrasi Terpimpin

     Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. 

    Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1961 - 1974)

BIOGRAFI
     Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah.

     Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung.

     Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda (�SultanHenkie�). Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar �Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo�.

   Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat �Istimewa�. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.

    Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan.

     Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.

Mungkin Cukup gitu dulu ya Kak Arikel Saya Tentang �Biografi [LENGKAP] Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Bapak Pramuka Indonesia)� Semoga Membantu dan Bermanfaat buat kita semua.

O iya kalo ada yang mau nambahin/ngoreksi silahkan komen di bawah ya Kak... Masukan Kakak itu pasti sangat ngebantu Teman-Teman lainnya :V

Salam Admin Pramuka Solid,
Budi Santoso

Kurang dan Lebihnya mohon dimaafkan
Sekian dan Terima Kasih
Salam Pramuka!
Wassalam! ( ^o^) 7