Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Perjuangan H. Mutahar, pencipta adalah lagu Syukur, Himne Satya Darma Pramuka, dan lagu nasional lainnya

 Husein Mutahar atau dikenal dengan H. Mutahar pencipta adalah lagu Syukur, Himne Satya Darma Pramuka, dan lagu nasional lainnya. Beliau lahir pada 5 Agustus 1916, di Semarang dan meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 (pada umur 87 tahun) di makamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta.


Ia memperdalam pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947. setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938).

Pada 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Jogjakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Jogjakarta (1947). Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973).[4] . Jabatan terakhirnya adalah sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).

Husein Mutahar memiliki kecakapan dalam berbahasa dan menguasai 8 bahasa selain Bahasa Indonesia yaitu bahasa Jawa, Melayu, Arab, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, dan Spanyol.

H. Mutahar adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya. Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari KemerdekaanRI.

Sebagai salah seorang ajudan Presiden, Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946. Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.

Pada tahun 1967, sebagai Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka. Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal. Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pegetahuan lebih luas tentang perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa, kemerdekaan, dan kepanduan atau Gerakan Pramuka dapat dibaca pada buku gratis berikut.

Buku Gratis

Buku gratis yang dimaksud ini adalah terbitan Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengisahkan biografi H. Mutahar  termasuk jasa pengabdian bagi bangsa dan karyanya yang monomental.

Buku dengan judul Husein Mutahar, Pengabdian dan Karyanya, diterbitkan pada November 2019, berisi perjalanan hidup H. Mutahar yang berjasa besar bagi perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, antara laian:  kisah sebagai Pandu Sejati, jejak langkah, penyelamat Bendera Pusaka (hlm. 8),  Bapak Pengerek Bendera Pusaka,  Husein Mutahar dan Sukarno, Husein Mutahar dan Suharto, pengabdian dari Kepanduan hingga Pramuka, dan kisah akhir Hayat Sang Maestro.

Dokumen untuk Diunduh:

Link 1 : Buku Husein Mutahar, Pengabdian dan Karyanya. 

Link 2 (alternatif) : Buku Husein Mutahar, Pengabdian dan Karyanya


Sumber : https://tunas63.wordpress.com/2020/01/17/gratis-buku-husein-mutahar-dalam-pengabdian-dan-karyanya/

Sejarah Kepramukaan Indonesia dan Dunia

Sejarah Kepramukaan Indonesia dan Dunia

SEJARAH KEPRAMUKAAN SEDUNIA
   Pada awal tahun 1908 BP menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku �Scouting for Boys�. Buku ini cepat tersebar ke seluruh negeri Inggris, bahkan ke negara-negara lainnya, dan berdirilah di mana-mana organisasi kepramukaaan (yang semula hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boy Scout. Kemudian disusul berdirinya organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guides atas bantuan Agnes, adik perempuan Baden Powell, dan diteruskan oleh Ny. Baden Powell.

   Tahun 1916 berdiri kelompok Pramuka usia Siaga, yang disebut CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book, berisi cerita tentang Mowgli anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh induk serigala) karangan Rudyard Kipling sebagai cerita pembungkus kegiatan Cub tersebut.

   Tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT (pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun, tetapi masih senang giat di bidang kepramukaan. Tahun 1922 BP menerbitkan buku ROVERING TO SUCCESS (mengembara menuju bahagia) yang berisi petunjuk bagi para Pramuka Penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan. Buku itu menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri menuju ke pantai bahagia.

   Tahun 1920 diselenggarakan Jambore sedunia, di Arena Olympiade, London. BP mengundang Pramuka dari 27 negara, dan pada saat itu BP diangkat sebagai bapak Pandu sedunia (Chief Scout of The World).

Gagasan Baden Powell itu jitu, cemerlang, dan sangat menarik sehingga dilaksanakan juga di negara-negara lain. Di antaranya di Nederland (Padvinder, Padvinderij), yang kemudian oleh orang Belanda di bawa dan dilaksanakan juga di negara jajahannya, termasuk Indonesia dengan mendirikan organisasi yang bernama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

AWAL KEPRAMUKAAN DI INDONESIA
A.   Masa Hindia Belanda
1)  Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

2)  Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.

3) Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.

4)  Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hisbul Wathon" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.

5)  Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.

6)  Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).

7)   PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

8)  Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

9)  Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

B.   Masa Bala Tentara Dai Nippon
   "Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri.
    Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.

C.   Masa Republik Indonesia
1)   Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.

2)   Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

3)   Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

4)   Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.

5)   Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

6)   Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. 
itu keluar, maka wakil-wakil organisasi kepramukaan mengadakan konfersensi di Jakarta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.

D.   Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia
1)   Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.

2)   Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.

3)   Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.

4)   Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".

5)   Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

6)   Masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.

KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA 
A.   Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
1)   Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

2)   Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
      Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila.        Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).

3)   Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara.
    Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof.
    Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

4)   Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

5)   Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

6)   Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

B.   Kelahiran Gerakan Pramuka 
Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
           Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.
         Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
          Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

2.  Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961.

Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

C.   Gerakan Pramuka Diperkenalkan
1)   Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

2)   Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

3)   Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnari 8 orang.

4)   Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

5)   Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

6)   Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

7)   Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

8)   Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

9)   Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.


Mungkin Cukup gitu dulu ya kak Arikel Saya Tentang �Sejarah Kepramukaan Indonesia dan Dunia� Semoga Membantu dan Bermanfaat buat kita semua.

O iya kalo ada yang mau nambahin/ngoreksi silahkan komen di bawah ya Kak... Masukan Kakak itu pasti sangat ngebantu Teman-teman lainnya :V

Salam Admin Pramuka Solid,
Budi Santoso

Kurang dan Lebihnya mohon dimaafkan
Sekian dan Terima Kasih
Salam Pramuka!
Wassalam! ( ^o^) 7

Daftar [LENGKAP] Peringatan Hari-Hari Penting di Indonesia dan Dunia

Hari-hari besar Nasional/Internasional dan hari-hari besar keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur Nasional, Hari-hari besar tersebut penting untuk dikenang dan diperingati sebagai hari yang bersejarah dan juga untuk mengetahui makna-makna yang ada di balik peringatan hari-hari besar nasional tersebut.


Dari 365 hari dalam satu tahun dalam kalender masehi, beberapa diantaranya memiliki beberapa hari penting yang perlu untuk anda ketahui. Ada hari-hari penting bagi sebuah negara (Nasional) dan ada juga hari-hari penting untuk dunia (Internasional). Dalam penanggalan umum biasanya tidak mencantumkan semua hari-hari besar tersebut.

Berikut ini disajikan Daftar Lengkap Hari Besar Nasional dan Internasional Terpenting yang perlu untuk diketahui.

Hari-hari Besar Keagamaan :
Yang tidak tercantum tanggalnya berarti setiap tahun diperingati tanggalnya berubah-ubah.
01 Januari : Tahun baru Masehi
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
12 Rabiul Awwal : Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam)
27 Rajab : Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
01 Syawal : Idul Fitri (Islam)
10 Dzulhijah : Idul Adha (Islam)
1 Muharram : Tahun Baru Hijriyah (Islam)
25 Desember : Hari Natal
Nyepi (Hindu)
Galungan&Kuningan (Kemenangan Dharma melawan Adharma menurut Hindu)
Jumat Agung (Kristen)
Paskah (Kristen) - selalu bertepatan dengan hari Minggu
Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
Waisak (Buddha)
Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)

Hari-Hari Peringatan Setiap Tahun :
Januari
01 Januari : Tahun Baru Masehi
01 Januari : Hari Perdamaian Dunia
03 Januari : Hari Departemen Agama Republik Indonesia
05 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
05 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10 Januari : Hari Gerakan Satu Juta Pohon
10 Januari : Hari Tritura
10 Januari : Hari Lingkungan Hidup Indonesia
15 Januari : Hari Peristiwa Laut dan Samudera atau Hari Dharma Samudera
25 Januari : Hari Gizi dan Makanan
25 Januari : Hari Kusta Internasional
31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)

Februari
02 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia (Konvensi Ramsar)
05 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh
05 Februari : Hari Lahir Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
09 Februari : Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
09 Februari : Hari Kavaleri
09 Februari : Hari Pers Nasional
13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia
14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
14 Februari : Hari Kasih Sayang Sedunia
19 Februari : Hari KOHANUDNAS
20 Februari : Hari Pekerja Indonesia
21 Februari : Hari Bahasa Ibu Internasional
22 Februari : Hari Istiqlal
23 Februari : Hari Rotary Club
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

Maret
01 Maret : Hari Kehakiman Nasional
01 Maret : Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
06 Maret : Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
06 Maret : Hari Konvensi CITES (Perdagangan Satwa Liar)
08 Maret : Hari Wanita/Perempuan Internasional
09 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi)
11 Maret : Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
20 Maret : Hari Kehutanan Sedunia
21 Maret : Hari Sindrom Down
22 Maret : Hari Air Sedunia
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Tuberkulosis Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC)
29 Maret : Hari Filateli Indonesia
Prangko peringatan Hari Filateli Indonesia
30 Maret : Hari Film Nasional Indonesia

April
01 April : Hari Bank Dunia
01 April : Hari Marketing Indonesia (Hamari), Hari Penyiaran Nasional
06 April : Hari Nelayan Nasional
07 April : Hari Kesehatan Internasional
09 April : Hari Penerbangan Nasional
09 April : Hari TNI Angkatan Udara
12 April : Hari Bawa Bekal Nasional
15 April : Hari Zeni
16 April : Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
17 April : Hari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
Prangko peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi/Earth Day/KTT Bumi
23 April : Hari Buku Sedunia
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia

Mei
01 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
01 Mei : Hari Buruh Sedunia
02 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 
05 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
08 Mei : Hari Palang Merah Internasional (PMI)
10 Mei : Hari Lupus Sedunia
11 Mei : Hari POM - TNI
15 Mei : Hari Korps Resimen Mahadjaya/Jayakarta (Menwa Jayakarta)
16 Mei : Hari Wanadri
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
20 Mei : Hari Bakti Dokter Indonesia
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
23 Mei : Hari Penyu Sedunia
29 Mei : Hari Keluarga
29 Mei : Hari Lanjut Usia Nasional
30 Mei : Hari Memberi
31 Mei : Hari Anti Tembakau Sedunia

Juni
01 Juni : Hari Lahir Pancasila
01 Juni : Hari Perlindungan Anak-anak Sedunia
01 Juni : Hari Susu Nusantara
03 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
05 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
08 Juni : Hari Laut Sedunia
10 Juni : Hari Media Sosial
15 Juni : Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
17 Juni : Hari Dermaga
21 Juni : Hari Krida Pertanian
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1527)
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
Prangko peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana

Juli
01 Juli : Hari Bhayangkara
01 Juli : Hari Buah
05 Juli : Hari Bank Indonesia
09 Juli : Hari Peluncuran Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi Indonesia
15 Juli : Hari PT. Askes (Persero)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
Prangko peringatan Hari Anak Nasional
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
31 Juli : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati

Agustus
05 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
08 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
10 Agustus : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
12 Agustus : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
12 Agustus : Hari Remaja Internasional
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus : Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
Prangko peringatan 100 Tahun Gerakan Kepanduan
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional
24 Agustus : Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI)
24 Agustus : Hari Anak Jakarta Membaca

September
01 September : Hari Buruh
01 September : Hari Polisi Wanita (Polwan)
04 September : Hari Pelanggan Nasional
08 September : Hari Aksara Internasional
08 September : Hari Pamong Praja
09 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
11 September : Hari Peringatan Serangan 11 September 2001
14 September : Hari Kunjung Perpustakaan
17 September : Hari Palang Merah Indonesia
17 September : Hari Perhubungan Nasional
21 September : Hari Perdamaian Dunia
24 September : Hari Tani
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
28 September : Hari Rabies Sedunia
28 September : Hari Tunarungu Internasional
29 September : Hari Sarjana Nasional
29 September : Hari Jantung Sedunia
30 September : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965/PKI

Oktober
(Setiap Hari Senin Pertama Oktober) : Hari Habitat
01 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
02 Oktober : Hari Batik Nasional
02 Oktober : Susu Nasional
03 Oktober : Hari Arsitektur Dunia-World Architecture Day UIA
04 Oktober : Hari Hewan Sedunia
05 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
08 Oktober : Hari Tata Ruang Nasional
(Setiap Hari Kamis Kedua Oktober) : Hari Mata Sedunia
09 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
12 Oktober : Hari Radang Sendi (Artritis) Sedunia
14 Oktober : Hari Penglihatan Sedunia
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
17 Oktober : Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional
20 Oktober : Hari Ulang Tahun Golongan Karya
22 Oktober : Hari Santri Nasional
24 Oktober : Hari Dokter Nasional 
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
24 Oktober : Hari Polio Sedunia
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
29 Oktober : Hari Stroke Sedunia
30 Oktober : Hari Keuangan

November
01 November : Hari Inovasi Indonesia
05 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November : Hari Pahlawan
10 November : Hari Ganefo
11 November : Hari Bangunan Indonesia
12 November : Hari Ayah Nasional
12 November : Hari Kesehatan Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes internasional
16 November : Hari Konferensi Warisan Sedunia
20 November : Hari Anak-anak Sedunia
21 November : Hari Pohon
22 November : Hari Perhubungan Darat
25 November : Hari Guru/HUT PGRI
Prangko Peringatan Hari Guru
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)

Desember
01 Desember : Hari AIDS Sedunia
02 Desember : Hari Konvensi Ikan Paus
03 Desember : Hari Penyandang Cacat Internasional
04 Desember : Hari Artileri
09 Desember : Hari Armada, Hari Anti Korupsi
09 Desember : Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
12 Desember : Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
15 Desember : Hari Infanteri
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)
25 Desember : Hari Natal
29 Desember : Hari Keanekaragaman Hayati
29 Desember : HUT Koperasi Pegawai Perpustakaan Nasional (KOPTANAS)

Sumber: wikipedia dan beberapa sumber terbaik yang saya padukan menjadi 1.

Mungkin Cukup gitu dulu ya gan Arikel Gua Tentang �Daftar Lengkap Peringatan Hari-Hari Penting di Indonesia dan Dunia� Semoga Membantu dan Bermanfaat untuk kita semua.

O iya kalo ada yang mau nambahin silahkan komen di bawah ya gan... Masukan agan itu pasti sangat ngebantu buat kita semua :V